seft
 
seft

Main Menu


SEFT Success Story


Alumni SEFT


Product SEFT


SEFT In Media


Website Links


Blog


seft

Contact

 

Jakarta

Jl. Delima Raya No. 16
Klender, Jakarta Timur
Telp : 021 - 8660 51 51
Mobile :
021 - 9440 4178
0818 077 88 120
Fax : 021 - 8611729
 

Surabaya

Barata Jaya XIX No.25
Surabaya
Telp : 031-5010055
Fax : 031-5042152

seft

Penghargaan SEFT

 
seft muri
 
Penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) Terapi berhenti merokok dengan peserta terbanyak

Penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) Terapi Narkoba di LP Cipinang

seft
seft


about SEFT

   Home   

about SEFT
   Artikel



Positive Psychology


The Science of Happiness


5 April 2009 14:16

Selama 60 tahun terakhir psychology berkonsentrasi pada hal-hal negatif (depresi, pobia, trauma, Skizophrenia & penyakit-penyakit psikologis lainnya = victimology & pathology). Mungkin Psikologi hendak mengkuti jejak ilmu kedokteran modern yang sejak 200 tahun terakhir berfokus pada penyakit.

Dan prestasi yg telah diraih selama 60 tahun terakhir (menurut mantan ketua asosiasi psikologi amerika: Martin Seligman): 14 macam penyakit psikologis bisa diobati (tidak sepenuhnya sembuh) dan 2 macam penyakit psikologis dapat disembuhkan total. Jadi prestasi terjauh dari psikologi negatif, adalah membawa orang sakit menjadi berkurang sakitnya (from miserable to less miserable) atau paling mentok, menjadikan orang sakit psikologis jadi hilang sakitnya (dari minus menjadi "nol").

Lalu timbul pertanyaan, kalau orang sehat bagaimana? apakah ilmu psikologi bisa membantu orang yg sehat secara psikologis menjadi lebih bahagia dan lebih berprestasi?. Tidak ada, sampai didirikannya cabang ilmu baru, Positive Psychology, oleh Prof. Martin Seligman, yang saat itu baru dipilih sebagai presiden American Psychological Association, pada tahun 1998.

Menurut Prof. Seligman, ada tiga cara untuk bahagia:

1. Have a Pleasant Life (life of enjoyment): milikilah hidup yg menyenangkan, dapatkan kenikmatan sebanyak mungkin. ini mungkin cara yg ditempuh oleh kaum hedonis. tapi jika ini cara yg kita tempuh, hati-hati dengan jebakan hedonic treadmill (= semakin kita mencari kenikmatan, semakin kita sulit dipuaskan) dan jebakan habituation (kebosanan karena terlalu banyak, misalnya ; makan es krim pada jilatan pertama sangat nikmat, tapi pada jilatan keduapuluh, kita jadi pengin muntah). tapi pada takaran yg pas, cara ini bisa sangat membahagiakan.

2. Have a Good Life (life of engagement): dalam bahasa aristoteles disebut eudaimonia, terlibatlah dalam pekerjaan, hubungan atau kegiatan yg membuat kita mengalami "flow". merasa terserap dalam kegiatan itu, seakan-akan waktu berhenti bergerak, kita bahkan tidak merasakan apapun, karena sangat "khusyu'". fenomena ini diteliti secara khusus oleh rekan Seligman, Mihaly Csikzentmihalyi. dan memberikan 7 ciri-ciri kita dalam kondisi flow:

a. Sepenuhnya terlibat pada apa yg kita lakukan (focused, concentrated, khusyu')

b. Merasakan "a senses of ecstasy" (seperti berada di luar realitas sehari-hari)

c. Memiliki "kejernihan yg luarbiasa" (benar2 memahami apa yg harus dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya)

d. Menyadari bahwa tantangan pekerjaan yg sedang ia hadapi benar-benar dapat ia atasi (bahwa skill yg kita miliki cukup memadai untuk mengerjakan tugas tersebut)

e. Merasakan "kedamaian hati" ( tidak ada kekhawatiran dan merasakan diri kita sedang bertumbuh melampaui ego kita sendiri)

f. Terserap oleh waktu (karena khusyu' mengerjakan dan benar-benar terfokus pada "saat ini dan disini", waktu seakan-akan berlalu tanpa terasa)

g. Motivasi Intrinsik (dimana merasakan "flow" itu sendiri sudah merupakan hadiah yg cukup berharga untuk melakukan pekerjaan itu)

3. Have A Meaningful Life (life of Contribution): milikilah semangat melayani, berkontribusi dan bermanfaat untuk orang lain atau mahluk lain. menjadi bagian dari organisasi atau kelompok , tradisi atau gerakan tertentu. merasa hidup kita memiliki "makna" yang lebih tinggi dan lebih abadi dibanding diri kita sendiri.

Tiga hal ini-lah yg menjadi fokus kajian positive psychology.. yaitu bagaimana memiliki hidup yang bermakna, pekerjaan yang membuat "flow" dan aktivitas yg kita nikmati. Dalam istilah pelopor positive psychology di Monash University, Dr Dianne A Vella-Brodrick : Bake A Cake (life of engagement=flow), Eat A Cake (life of enjoyment) or Give A Cake (life of contribition).

Jadi, manakah yg membuat anda paling bahagia? proses membuat kue, memakan kue, atau berbagi kue ke tetanga anda?


Ahmad Faiz Zainuddin



Artikel yang lain...





seft
seft
seft
seft
seft
seft