seft
 
seft

Main Menu


SEFT Success Story


Alumni SEFT


Product SEFT


SEFT In Media


Website Links


Blog


seft

Contact

 

Jakarta

Jl. Delima Raya No. 16
Klender, Jakarta Timur
Telp : 021 - 8660 51 51
Mobile :
021 - 9440 4178
0818 077 88 120
Fax : 021 - 8611729
 

Surabaya

Barata Jaya XIX No.25
Surabaya
Telp : 031-5010055
Fax : 031-5042152

seft

Penghargaan SEFT

 
seft muri
 
Penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) Terapi berhenti merokok dengan peserta terbanyak

Penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) Terapi Narkoba di LP Cipinang

seft
seft


about SEFT

   Home   

about SEFT
   Kisah



Faktor Spiritual Penting, Karena Tuhan adalah Sumber Keberuntungan Sejati



7 September 2007 01:01

Alumni SEFT satu ini memang luar biasa. Setelah menjadi alumni angkatan enam pelatihan SEFT di Jakarta sekitar empat bulan lalu, bapak dua anak ini melakukan deepSEFT. Tidak tangung – tanggung, dia menginginkan omset 100 milyar atau tiga kali lipat omset rutinnya. Dan yang menggetarkan, angka itu datang padanya hanya dalam rentang tiga hari. Cerita sekilas ini bukan karangan belaka, tapi kisah nyata yang cukup menarik untuk disimak. Bahkan mungkin diteladani.

Pak Yudi memang sosok yang tidak pernah berhenti berusaha mendekatkan diri pada sang maha Hidup. Beberapa bulan sebelum mengikuti pelatihan SEFT, dia mengaku sedang melakukan tirakat. Tujuannya tidak lain untuk membersihkan diri dari berbagai dosa. Mulai dari berpuasa, dzikir juga menjauhkan diri dari tindakan maksiat, sekecil apapun. “Waktu itu yang saya pikirkan adalah terus mendekatkan diri pada Alloh, tidak ada niat lain,” kata Yudi. Keinginan 100 milyar ini diakui Yudi setelah menghitung biaya kegiatan sosial yang dibutuhkan. Karena dia punya rencana besar untuk menghidupi anak yatim dan dhuafa.

Karena kabar yang mengejutkan ini, beberapa minggu lalu LoGOS Institute mengundangnya untuk melakukan presentasi. Dalam presentasi, Yudi menerangkan, untuk menuju deepSEFT, dia terlebih dulu menegakkan Tauhid. Yudi memaparkan tiga point yang menjadi semacam tangga yang perlu dilalui. Yakni Tauhid, SEFT, baru ke tahapan deepSEFT. Yudi meyakini, dengan menguatkan Tauhid, menjadi pintu datangnya kemudahan - kemudahan hidup.

Point penting dalam Tauhid, menurut Yudi adalah meninggalkan semua larangan, kemudian bertobat, membuat perjanjian dengan Tuhan untuk tidak mengulangi dosa, lalu dilengkapi dengan beramal. Untuk beramal ini menurut Yudi kita akan diuji. Yudi cerita, pernah tidak bekerja seharian hanya untuk mencari satu orang pengemis. Entah mengapa, sudah keliling kota Jakarta tidak bertemu dengan satu pengemis sekalipun. Akhirnya Yudi memutuskan untuk ke pasar. Di sana ia melihat seorang pengemis. Tapi anehnya pengemis ini tidak meminta ke dia. Yudi tidak putus asa. Dia membuntuti pengemis itu sampai akhirnya si pengemis menoleh dan tersenyum lalu menengadahkan tangan. Langsung spontan Yudi memberikan sedekahnya. “Jadi pas maghrib itu saya baru nemu satu orang pemulung. Ini ujian yang lumayan,” papar Yudi.

Selain beberapa point di atas, yang tidak kalah penting menurut Yudi adalah melakukan teknik SEFT pada empat hal yang kadang tidak kita sadari ada dalam diri kita. Yakni Sedih, Takut, Malu dan Marah (STMM). “Setelah menjalani itu tadi, baru kita lakukan deepSEFT, sehingga ringan dan lepas,” papar Yudi.

Kisah bagaimana Yudi mendapatkan 100 milyard itu juga unik. Seorang kolega memiliki perusahaan dan sedang membutuhkan pengelola. Dan kepercayaan dari kolega ini jatuh pada Yudi. Setelah tiga hari melakukan deepSEFT, kolega ini dengan sepenuh hati mempercayakan pengelolaan perusahaan ini pada Yudi. Amanah yang lumayan besar itu, didapat Yudi tiga hari setalah melakukan deepSEFT.

Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, sekarang ini Yudi tinggal merealisasikan niatnya untuk menghidupi anak yatim dan dhuafa (orang miskin). Untuk memenuhi targetnya, Yudi sudah mulai menyiapkan berbagai hal. Misalnya mulai membuat planning pembangunan sekolah berikut asrama untuk anak yatim. “Rencana lokasi di pinggiran Jakarta,” ungkap Yudi.

Target jangka panjang yang ditancapkan Yudi adalah kemandirian dengan cara dana berputar. Juga akan dilakukan klassifikasi umur dan keahlian. Ke depan, program Yudi ini akan diketatkan menjadi skenario besar pemberdayan kaum miskin kota dan anak yatim. “Sekarang memang baru embrio. Saya baru mengasuh beberapa anak yatim. Tapi ke depan kita akan matangkan program itu,” tambah Yudi.

Di akhir obrolan, lelaki yang murah senyum ini menyampaikan uang 100 milyar yang menjadi haknya itu, belum semua diambil.

“Saya ini meyakini jer basuki mawa beo. Jadi pelan - pelan saja. Nanti pasti sampai. Yang penting dana sudah ada, tinggal realisasinya. Yah semoga manfaat,” pungkasnya


Narasumber : Yudi Hernawan




Kisah yang lain...





seft
seft
seft
seft
seft
seft