Munir Asnawi, Puisi Cinta Untuk Bapak Faiz

Puisi Cinta Untuk Bapak Faiz
Ya akhiy ...
Terima kasih kuucapkan dari lubuk hati yang terdalam
Kau tunjukkan oase dalam padang pasir kehidupan
Kau tuntun aku ke sana ... kau bawa aku ke sana
Dengan kasih sayang kau minumkan
seteguk demi seteguk air kehidupan ... air kedamaian
Legalah seluruh urat nadi lepaslah seluruh kepenatan
Ya Ustadziy
Terima kasih kuucapkan dari lubuk hati yang terdalam
Kau tunjukkan jalan yang benar dalam ketauhidan
Kau bertutur tentang keindahan keikhlasan
..., tentang damainya kepasrahan
Tentang cinta kepada-Nya yang tak tergantikan
Tentang kasih Tuhan yang selalu dirindukan
Wahai Guruku ...
Terima kasih kuucapkan dari lubuk hati yang terdalam
Kau beritahu aku tentang keagungan Tuhan
Tentang potensi kedahsyatan dalam setiap ciptaan
Tentang energi dan tak semata materi dalam tubuh ini
Kau ajari aku tentang kekuasaan Tuhan
Yang selalu menyertai dalam setiap derap langkah kehidupan
Ya Shohibiy ...
Terima kasih kuucapkan dari lubuk hati yang terdalam
Kau ingatkan aku akan arti sebenarnya dari memberi
Bahwa tiadalah ia pergi padahal justru ia kembali
Tiadalah ia mengikis melainkan bertambah yang tak habis
Wahai Master ...
Terima kasih kuucapkan dari lubuk hati yang terdalam
Kau ajarkan aku tentang SEFT Total Solution
Yang mengubah diri dan kehidupan
Tuk mencinta Tuhan di atas segala
Memberi sesama sebanyak-banyaknya
Memberdayakan diri sepenuhnya
Untuk kemudian hidup dalam riang gembira
... tanpa ketakutan ... tanpa kesedihan
Tiadalah sempurna kata yang telah terucap
Tanpa ucap cinta dari hati yang kini telah berbunga
.... ana uhibbuka fillah ya akhiy ... ya shohibiy ... ya ustadziy ...
Kedamaian semoga selalu bersamamu dan keluargamu
Cinta Tuhan semoga selalu menyelimutimu dan keluargamu
Jatipadang, 18 April 2008
dari yang faqir kepada Allah
Munir Asnawi
|