

Banyak perusahaan yang menerapkan aturan larangan merokok di tempat kerja. Spanduk “No Smoking Area” banyak terpampang di pintu masuk Instansi-instansi pemerintah maupun perusahaan-perusaahn swasta. Bisa jadi Instansi – instansi itu mulai menyadari pentingnya lingkungan sehat di tempat kerja karena dengan adanya lingkungan sehat akan berpengaruh ke kesehatan karyawannya dan apabila karyawan sehat akan meningkatkan kinerja dan produktifitas perusahaan.
Pemerintahpun juga membuat aturan tentang larangan merokok di tempat umum. Aturan ini dibuat untuk menyadarkan masyarakat tentang bahaya merokok. Menurut data dari PDPERSI (Pusat Data Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) Hasil penelitian menunjukkan hampir 70% perokok Indonesia mulai merokok sebelum mereka berumur 19 tahun. Survei pada anak-anak sekolah usia 13-5 tahun di Jakarta menunjukkan bahwa lebih dan 20% adalah perokok tetap dan 80% di antaranya ingin berhenti merokok tetapi tidak berhasil.
Untuk anak-anak yang merokok, kasusnya relatif lebih mudah untuk diselesaikan. Karena biasanya penyebab anak merokok karena merasakan rasa yang enak dari rokok itu. Jika mereka sudah tidak merasakan enaknya rasa rokok maka otomatis anak tidak akan merokok lagi. Ini pernah dilakukan oleh LoGOS Institute bekerjasama dengan BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) dalam kegiatan terapi rokok untuk 1500 pelajar yang juga tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai terapi rokok dengan peserta terbanyak. Dalam kegiatan itu anak diajarkan untuk menterapi dirinya sendiri agar berhenti merokok dengan menggunakan tehnik SEFT. Sekitar 1 jam mereka menterapi sendiri hasilnya sangat luar biasa, mereka sudah tidak merasakan lagi enaknya rasa rokok, rokok yang dihisap sudah terasa hambar, pahit, bahkan banyak yang pusing dan ingin muntah.
Pada anak yang kecanduan rokok memang relatif lebih mudah penyelesaiannya dibandingkan orang dewasa. Pada orang dewasa yang kecanduan rokok penyebabnya tidak hanya masalah enaknya rasa rokok saja tetapi juga ada masalah-masalah psikologis yang menyertai. Mereka merokok saat di rumah maupun saat bekerja, dan ini sangat membahayakan lingkungan sekitarnya. Banyak karyawan yang tidak merokok terkena efek negatif rokok karena rekan kerjanya adalah perokok.
Meskipun sebuah perusahaan atau instansi membuat peraturan yang sangat ketat tentang larangan merokok namun tidak serta merta masalah rokok bisa diatasi. Banyak karyawan yang mencari sela saat bekerja untuk bisa menyalurkan hasratnya untuk bisa merokok. Mengapa masih banyak karyawan yang melanggar aturan tersebut? Apakah mereka tidak sadar bahaya rokok? Atau mereka tidak paham arti pentingnya kesehatan lingkungan yang bebas asap rokok? Apakah mereka tidak dengan serius menghilangkan kebiasaan merokoknya? Mereka sebagian memang tidak ingin berhenti merokok namun banyak juga mereka yang ingin berhenti merokok. Mereka yang ingin berhenti merokok banyak yang tidak berhasil meskipun sudah mencoba berbagai macam cara. Untuk itulah SEFT menawarkan tehnik yang sangat mudah dan cepat untuk mengatasi kebiasaan merokok karyawan-karyawan suatu perusahaan.

Misalkan banyak yang merasa jika tidak merokok tidak bisa konsentrasi, Jika habis makan harus merokok, atau untuk menghilangkan stres kerja dan masalah lain mereka melampiaskan dengan cara merokok dll. Masalah ini semua bisa dituntaskan dengan menggunakan tehnik SEFT.Untuk penyelesaian kecanduan rokok untuk orang dewasa dengan tehnik SEFT ada tiga tahap.
1.Menghilangkan rasa enaknya rokok.
Dengan melakukan tehnik SEFT selama kurang lebih 5 – 50 menit, sebagian perokok akan merasakan perubahan pada rasa rokok seperti rasa hambar, pahit, bahkan bisa pusing atau muntah jika memaksa menghisap rokok. Pada tahap ini biasanya perokok sudah tidak berminat lagi untuk menghisap rokoknya. Menurut para pasien yang pernah diterapi dengan menggunakan tehnik SEFT ini, rasa rokok yang hambar/ pahit/ tidak enak ini akan terasa terus terasa selama mereka merokok selanjutnya. Namun tahap ini belum tuntas karena terbukti masih banyak pasien yang masih memaksa menghisap rokok meskipun rokoknya sudah terasa tidak enak. Untuk itu perlu dituntaskan dengan tahap kedua.
2.Menghilangkan faktor psikologis yang menyebabkan merokok.
Mengapa pasien yang sudah merasakan hambar dan pahitnya rasa rokok masih tetap memaksa merokok? Hal ini disebabkan pada orang dewasa merokok tidak hanya masalah rasa, tetapi banyak faktor psikologis yang menyertai. Untuk itulah pada tahap kedua terapi SEFT dilakukan untuk menghilangkan faktor psikologis atau masalah emosi yang menyebabkan orang merokok. Jika mereka merasa kurang konsentrasi jika tidak merokok maka lakukan SEFT untuk kurang konsentrasinya. Jika mereka habis makan mulut terasa tidak enak jika tidak merokok maka lakukan SEFT untuk berhenti merokok setelah makan. Jika mereka merokok karena untuk menghilangkan stres karena target dari perusahaan mala gunakan SEFT untuk menghilangkan stres akibat target tersebut, Jika mereka merokok karena ada masalah keluarga yang sangat berat maka gunakan SEFT untuk masalah keluarganya, Dll. Jika semua faktor psikologis yang menyebabkan orang merokok sudah diselesaikan secara tuntas. Maka Pasien tidak akan kecanduan lagi terhadap rokok dan kondisi ini bertahan secara permanen untuk seterusnya.
3. Menghilangkan efek kehilangan teman sejati (Rokok yang telah menyertai hidupnya selama ini)
Pada orang-orang tertentu rokok sudah dianggap sebagai teman sejatinya, sehingga setelah kebiasaan merokoknya hilang kadang merasa seperti kehilangan teman sejatinya. Hal ini kadang kala bisa membawa ke kebiasaan baru yang lain. Salah seorang pasien yang berhenti merokok menyatakan dia punya kebiasaan baru yakni minum yang manis dengan banyak gula setelah dia berhenti merokok. Hal ini juga perlu diselesaikan dengan tehnik SEFT. Saat muncul kebiasaan baru tersebut harus diterapi untuk rasa kehilangan rokok yang telah menjadi teman sejatinya. Jika itu diatasi maka pasien tidak perlu khawatir dengan efek kehilangan teman sejatinya itu.
Jika ketiga tahapan tehnik SEFT untuk kecanduan rokok itu dilakukan maka orang-orang yang selama ini kecanduan rokok akan secara mudah dan cepat meninggalkan kebiasaan merokoknya dan memulai hidup sehat tanpa asap rokok selamanya.
Banyak perusahaan yang sudah menerapkan tehnik SEFT ini untuk mengatasi masalah rokok di perusahannya. Tehnik ini sangat cepat dan mudah untuk dilakukan. Tehnik ini tidak menggunakan obat sehingga tidak mempunyai efek samping yang berbahaya. Dengan menerapkan tehnik SEFT untuk mengatasi masalah rokok di perusahan secara otomatis akan tercipta lingkungan yang sehat yang mendukung produktifitas dan kinerja karyawan.